BRMP Riau Dorong IKM Nanas Kampar Naik Kelas melalui Penerapan Standar
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Riau mendorong penguatan Industri Kecil Menengah (IKM) berbasis komoditas nanas melalui kegiatan Penguatan Penerap Standar Modernisasi Pertanian di Provinsi Riau. Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Selasa (13/10/2026) ini dihadiri oleh 70 orang pelaku usaha IKM di Kabupaten Kampar.
Kepala BRMP Riau, Dr. Agus Wahyana Anggara, S.Si., M.Si dalam sambutan dan arahannya menekankan pentingnya pelaku IKM untuk berkembang dari sekadar pedagang menjadi pebisnis yang mampu mengelola dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, tetapi potensi tersebut perlu didukung dengan penguatan pengolahan agar menghasilkan produk bernilai tambah dan berdaya saing. Oleh karena itu, kualitas bahan baku dan keamanan pangan menjadi aspek penting yang harus diperhatikan dalam pengembangan produk terutama olahan nanas. Sehingga nantinya produk yang dihasilkan akan menjadi pilihan pembeli.
Dalam pemaparan materi, Kepala Bidang P2IKM, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar, Agusni Mariani, S.H., M.H., memaparkan pentingnya pembinaan Industri Kecil Menengah (IKM) untuk meningkatkan kualitas produk, efisiensi proses produksi, serta daya saing usaha. Penerapan standar dilakukan melalui pemilihan dan penanganan bahan baku yang baik, kebersihan area dan peralatan produksi, pengendalian mutu, serta pemenuhan ketentuan kemasan, label, perizinan, dan keamanan pangan sesuai jenis produk. Langkah tersebut diharapkan membantu pelaku IKM menghasilkan produk yang lebih konsisten sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen. Saat ini, pembinaan yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar meliputi fasilitasi kemasan (packaging), merek dan hak cipta, penerapan GMP melalui kerja sama, peningkatan mutu produk, pemasaran, serta manajemen keuangan bagi pelaku IKM.
Kegiatan ini juga menghadirkan Narasumber Kepala Kantor Layanan Teknis Badan Standardisasi Nasional (BSN) Provinsi Riau, Andiko Perdana, ST yang menyampaikan peran Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagai salah satu alat bagi UMK untuk naik kelas. Selain itu disampaikan SNI 8370:2018 tentang Keripik Buah yang menjadi acuan UMK menghasilkan produk yang bermutu, konsisten, dan terpercaya sehingga lebih mudah diterima di pasar yang lebih luas. Naik kelas bukan hanya soal memproduksi lebih banyak. Naik kelas berarti mampu menghasilkan produk yang konsisten, aman, memenuhi standar, dan dipercaya pasar.
Melalui kegiatan ini, BRMP Riau mendorong sinergi antara pemerintah daerah, pelaku IKM, dan mitra terkait dalam mengembangkan usaha komoditas nanas di Kabupaten Kampar. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghubungkan modernisasi di sektor hulu dengan pengolahan hasil pertanian yang memberikan nilai tambah. Dengan pembinaan yang sesuai kebutuhan dan penerapan standar, potensi nanas lokal diharapkan dapat berkembang menjadi produk unggulan yang semakin bermutu dan berdaya saing.